Siaran TV Jakarta

Pemerintah Indonesia itu lucu. Siaran TV swasta tidak pernah diperhatikan isinya.

Indonesia itu luas dan heterogen. Bermacam suku dan bahasa/dialek. Setiap daerah/area harus saling menghormati dan menghargai budaya masing-masing.

Wacana TV lokal sejelek apapun adalah sebuah ide yang sangat indah demi berhasilnya cita-cita sebuah bangsa yang maju dan adil.

Fakta yang ada di tahun 2009 ini adalah siaran TV Jakarta terpancar luas ke seluruh wilayah Indonesia sehingga saudara-saudara kita di Aceh, Kalimantan, Jawa Tengah, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Papua semuanya dipaksa mengkonsumsi “Lu” dan “Gue”. Konten yang pada dasarnya hanya layak untuk lokal Jakarta disiarkan secara nasional. Siaran itu berdampak pada penyebaran “lu” dan ‘gue” serta idiom-idiom sinetron gaya hidup Jakarta ke seluruh wilayah Indonesia. Banjir di sebuah wilayah Jakarta disiarkan secara nasional oleh hampir semua stasiun TV swasta. Hal itu membuat seluruh wilayah Indonesia selalu fokus ke Jakarta.

Kasihan benar saudara-saudara kita yang bukan berbudaya “lu – gue”. Indonesia itu bukan Jakarta saja. Artis-artis selalu disebut Artis Ibukota. Aneh banget. Semua artis kemudian berbudaya Jakarta.

Wahai para perancang program TV, mohon dibagi rata porsi konten budaya Indonesia di stasiun anda masing-masing. Janganlah durasi siaran didominasi oleh konten Jakarta saja. Hal itu secara langsung mengundang orang datang ke Jakarta. Katanya pengin Jakarta nyaman kok malah mengundang orang-orang luar Jakarta untuk datang ke Jakarta.

Wahai Komisi Penyiaran Indonesia tolong diperhatikan saudara-saudara kita yang di pulau-pulau selain Jawa. Terbitkanlah aturan bahwa siaran WAJIB lokal kecuali kontennya layak dikonsumsi sebagai konten nasional. Batasi luas wilayah dan jangkauan geografik siaran TV swasta. TV digital merupakan teknologi yang menghindari rebutan kanal siaran meskipun membuka peluang monopoli penjualan kanal

Para artis Ibukota dan produser serta distributor sinetron atau film asing juga harus legawa karena jumlah penonton akan menurun dan broadcast iklan tidak sekali tayang langsung menjangkau seluruh wilayah Indonesia tapi harus ada semacam agency lokal yang menjadi rekanan. Semoga demi negara dan bangsa ini mereka semua yang selama ini berkelimpahan harta karena luasnya siaran TV lokal Jakarta dapat merenung sejenak dengan perasaan dan hati. Bukan dengan logika untung rugi matematis.

Secara politis terbitnya aturan tersebut tentu akan sangat menguntungkan pemerintah dan polisi serta militer karena penyebaran informasi melalui televisi bisa dilokalisir pada backbone mereka. Semua demi ketenangan dan ketentraman bangsa ini serta menjaga dan membatasi kontaminasi budaya Jakarta terhadap keunikan budaya lokal.

Keberadaan internet tentu berbeda dengan televisi swasta karena informasi yang ada di internet memerlukan pengetahuan bagi warga negara yang mengaksesnya. TVRI sebagai Televisi Nasional dapat lebih hidup dan menarik karena menjadi sumber berita yang bersifat nasional dan memang untuk kepentingan nasional.

Advertisements
This entry was posted in News. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s